Pemberian MBG (makan bergizi Gratis ) mendapat protes dan keluhan oleh orang tua murid

Kabupaten Tangerang||metroindonesianewstv.com pemberian makan gizi gratis mendapat keluhan dan protes keras oleh orang tua murid yang berada di SDN cukanggalih II Desa Cukanggalih kec.Curug Senin(15/12/25)

MBG adalah salah satu program Pemerintah pusat (Presiden) yang di luncurkan pada Tahun 2025 yang bertujuan untuk menyediakan makanan bergizi Gratis bagi anak sekaloh, balita,ibu hamil, menyusui yang utamanya untuk meningkatkan kan kesehatan, menurunkan stunting dan memperkuat SDM ( Sumber Daya Manusia) Indonesia.Program ini melibatkan UMKN lokal sebagai penyedia bahan pangan dan bertujuan menciptakan generasi sehat, cerdas dan produktif.

Program ini juga mengandeng beberapa kementrian-kementrian, BGN ( Badan Gizi Nasional) dan pembuatan Dapur MBG , dapur ini berguna untuk menyediakan bahan makanan dan siap saji yang bermenu 4 sehat 5 sempurna

dapur mbg ini juga harus memenuhi SOP,sertifikasi halal,SLHS, dan Air layak konsumsi dalam waktu tenggang tertentu.

Salah satu orang tua murid yang enggan di sebutkan namanya mengatakan ‘ anak kami sekolah di SDN cukanggalih II,

kelas 6, cuma sudah dua Minggu kurang lebih anak kami tidak menerima makanan gratis /mbg, kami Tidak tau apakah ini kesalahan sistem ,kesengajaan, apa juga mungkin benar tidak ada lagi mbg gratis , ucapnya.

Dan selama kami tidak mendapatkan mbg bahkan anak kami di suruh bawa bekal ke sekolahan dengan syarat menunya harus 4 sehat 5 sempurna, tentunya hal ini membuat kami keberatan karna kami orang tua murid di sibukan setiap hari menyediakan menu-menu makanan tersebut.

Tapi Tidak lama kemudian anak saya mendapatkan kembali pemberian MBG/makan bergizi gratis nya yang di bawa pulang pada hari Senin,15 Desember 2025,

tapi bukan makanan pokok nasi,lauk -pauk , melainkan pengganti nya yaitu roti, buah-buahan ( pir 2, apel 1) susu ultra kemasan, tapi saya heran roti yang di dapat besok nya udah tanggal exspayet -kadaluarsa /tidak layak konsumsi .

setelah di selediki dan di konfirmasi terhadap gurunya ternyata semua mendapatkan yang sama dari kelas 1 sampe kelas 6, rotinya nya sudah mau kadaluarsa,

hal ini menimbulkan kekhawatiran bagi semua pihak terutama orang tua murid , nanti anak saya bisa saja sakit perut atau keracunan karna makanan nya sudah mau kadaluarsa/ekspayer, tegas nya .

Dengan ada nya temuan ini di harapkan kepada pemerintahan pusat, kementrian-kementrian,badan gizi Nasional , dan instansi terkait lainnya untuk menindak tegas para oknum atau penyedia dapur mbg yang asal-asalan

demi,meraih keuntungan besar sedangkan kesehatan, dan kualitas makanan, dan gizi untuk masyarakat terutama para pelajar tidak di pedulikan.

Ahmad jueni(zack)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *