Kab.Tangerang||metroindonesianewstv.comSeperti pemberitaan kami sebelum nya Sebagai Kontrol Publik dan Kontrol Sosial yang menyoroti tajam terkait kinerja dari para Pejabat Kadis DLHK, Kepala UPT 5 Curug, Kepala UPT Bengkel yang tidak Pernah Bersinergi dengan Kepala Swakelola pasar curug Bos Dom.minggu(26/4/26)
Adapun Sorotan pertama media terkait keberadaan 39 unit armada dump truk Plat Merah yang notabene nya adalah milik pemerintah daerah kabupaten tangerang yang di berikan wewenang penuh kepada kepala UPT 5 Curug untuk melakukan tugas pengangkutan Sampah kepentingan publik hingga berita ini kami tayangkan tidak memiliki parkiran tetap (pool) armada
Awak media mendapatkan informasi lengkap bahwa ke 39 unit armada dump truk yang di tangani oleh Kepala UPT 5 Curug di bagi ke 2 (dua) pasar tradisional yaitu, pasar curug dan pasar Panongan
Yang menjadi pertanyaan besar awak media, dimanakah lokasi pool ke 39 unit armada dump truk? Apakah memang ada pool nya atau di bawa pulang oleh supir masing-masing?
Sudah beberapa kali awak media sudah sambangi kepala UPT 5 Curug untuk mendapatkan klarifikasi langsung tapi tidak kunjung ada di kantor dengan berbagai alasan “Rapat” / “Tugas Luar”
Bagaimana bisa ke 39 unit armada dump truk tidak memiliki pool untuk parkir, dengan adanya kejanggalan ini, Dapat di duga armada dump truk yang ada banyak di pergunakan untuk kebutuhan komersial karena tidak adanya kontrol ketat dari Kadis DLHK
Sebagai bahan informasi, Kepala Swakelola pasar curug Bos Dom sudah pernah melakukan aksi protes keras beberapa kali langsung di Dinas DLHK dan juga di UPT 5 Curug dalam kasus yang sama tapi kembali terjadi lagi
Begitu juga kasus kedua (2) terkait kasus UPT Bengkel yang juga sama tidak menangani kebutuhan alat berat yaitu loader dengan serius yang notabene nya adalah milik pemerintah daerah di peruntukan untuk kebutuhan publik yaitu pasar curug tangerang
Pengungkapan detail oleh narsum kami Bos Dom selaku kepala Swakelola Kebersihan pasar curug bahwa semua kebutuhan loader untuk pembiayaan di tanggung sendiri oleh Bos Dom bukan dari Dinas DLHK maupun dari Perumda mulai dari service, Spareparts dan jasa tenaga teknisi
Media mengingatkan, bahwa Pengadaan 39 unit armada dump truk sampah dan alat berat loader di beli melalui uang pajak rakyat untuk memenuhi kebutuhan rakyat (Publik) pengangkutan sampah bukan untuk komersial pengangkutan limbah dari pabrik milik swasta

Informasi detail dari narsum Bos Dom selaku kepala swakelola kebersihan pasar curug kepada awak media, Kami mendesak Kepala Dinas DLHK agar segera memperbaiki,
* Kinerja semua Kepala UPT
* Membuat Parkiran (Pool) armada
* Bersinergi penuh dengan semua Kepala
Swakelola di 18 Pasar yang ada
* Kepala UPT Bengkel Harus segera
ambil alih untuk semua kebutuhan alat
berat (loader)
Awak media akan terus melakukan poksi pengawasan untuk tuntutan kami diatas kepada Kepala Dinas DLHK kabupaten tangerang karena kebutuhan publik harus lebih diutamakan terlebih dahulu dan semua pejabat di sumpah untuk menjadi pelayan masyarakat, Kalau masih ada pejabat yang ingin kaya lebih baik mundur menjadi pengusaha bukan sebagai pelayan masyarakat
Direksi / Alberto.M.SE, S.Kom
